Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Renewable Energy’ Category

Replacement Fuels Are A Reality


Switching from expensive imported oil to alternative fuels has moved from a far-off dream to an achievable reality. Today, more than a dozen gasoline alternatives are in various stages of development. Taken separately or together, they promise a path away from the imported-oil addiction that squeezes our pocketbooks, pollutes our air and imperils our national security.

In fact, at least four alternatives are not only already in use, but have what it takes to put us on the road to permanently breaking oil’s death grip on America’s drivers. What’s more, market forces have the potential to mainstream each of these technologies within the decade if commercial and regulatory barriers are removed.

Ethanol – Derived from plant materials, ethanol can be a cheaper, cleaner alternative to the gasoline that fuels our vehicles. Much of the gasoline sold at the pumps is already up to 10 percent ethanol and an increasing number of flex-fuel vehicles run on fuel that is up to 85 percent ethanol. Most ethanol in the U.S. is made from corn, yet ethanol can be made from any biomass—including garbage.

Methanol – Also known as wood alcohol, methanol is cheaper, cleaner and less flammable than gasoline. Made from both fossil fuels and renewable resources, it is used in race cars and in emerging economies such as China. Methanol fell out of favor in the U.S. in recent years, when the alternative fuel debate settled on ethanol, but it is getting a second look as oil prices continue to climb.

Natural Gas – Most of the natural gas used in the U.S. is going to homes and businesses, but it also powers more than 100,000—and counting—vehicles. It’s popular with fleets and buses: non-toxic, odorless, clean-burning and cheaper than gasoline and diesel. And consumers can buy a natural gas-powered Honda Civic that is already on the road.

Electricity – Electric vehicles—whether hybrid, plug-in or pure electric—are visible signs that the age of alternatives has arrived. EV-gas hybrid sales topped 2 million in 2011, and, while still modest, production of all-electric vehicles, such as the Nissan Leaf and the high-end Teslas and Fiskers, is steadily growing. As more models become available for wider markets, charging stations have spread and technological advances have improved traveling ranges.

Domestic Oil – It is both unrealistic and unwise to discontinue oil drilling in the U.S. When you are starving, you don’t go on a diet! We have substantial petroleum reserves that remain untapped, and these should be exploited to reduce our dependence on foreign oil. At the same time, our domestic oil supplies cannot satisfy our transportation needs, either now or in the future. We need to supplement these with cheaper, cleaner American-made fuels.

http://www.fuelfreedom.org/the-real-foreign-oil-problem/replacement-fuels/

Read Full Post »

JAKARTA – Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Energi Sumberdaya Daya Mineral (ESDM) No 2 Tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk membeli tenaga listrik dari pembangkit listrik panas bumi, serta memberikan jalan bagi pengembang untuk tetap menjalankan proyek tersebut.

“Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri ini, maka ada kepastian bagi pengembang produksi listriknya akan dibeli oleh PLN sesuai dengan harga lelang,” ujar Direktur Panas Bumi Kementerian Energi Sugiharto Harsoprayitno dalam sosialisasi peraturan tersebut di Jakarta, Senin (21/2/2011).

Dalam peraturan itu menetapkan harga patokan tertinggi sebesar 9,70 sen dolar atau sekira Rp900 per Kwh. “Jadi jika hasil harga lelang di bawah 9,7 sen dolar harus dibeli oleh PLN, untuk yang harganya di atas dilakukan negosiasi terlebih dahulu,” ujar dia.

Saat ini Pertamina telah terdapat 13 Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Tiga WKP yaitu Liki Pinangawan Muaralaboh, Gn. Rajabasa, dan Atadei dengan harga lelang di bawah 9,7 sen dolar per KWH. Sedangkan WKP Sokoria mematok harga 9,7 sen dolar per KWH, sehingga PLN wajib bernegosiasi.

Sementara itu, PT Supreme Energy Muaralaboh mematok harga 9,4 sen dolar per kWh, Gunung Rajabasa Lambung (220 MW) oleh PT Supreme Energy Rajabasa dengan harga 9,5 sen dolar per kWh, dan Atadei (5 Mw) oleh PT Westindo Hutama Karya.

“Semuanya lelang di bawah 9,7 sen dolar per Kwh, sehingga PLN wajib menerima harga listrik tanpa negosiasi,” tegas Sugiharto.

Ketiga WKP tersebut hanya tinggal menanti persetujuan dari Menteri Energi. “Sedangkan untuk WKP Sokoria masih wajib dilakukan negosiasi karena harga listrik hasil lelang di atas 9,7 sen dolar per KWh,” tambahnya.

Selain itu masih ada enam WKP yaitu Cisolok Cisukarame, Gunung Tampomas, Tangkuban Perahu I, uNgaran, Jaboi, dan Jailolo dengan total kapasitas 277 Megawatt yang belum mendapatkan persetujuan penunjukan langsung dari Dirjen Ketenagalistrikan, dan sedang diupayakan oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dalam pengusulan penugasan ke Menteri Energi dengan tembusan kepada PLN.

Tiga WKP lainnya yaitu, Sorik Merapi dengan kapasitas pengembangan sebesar 55 MW masih dalam proses Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan. Wilayah Kerja Pertambangan Rantau Dedap dengan kapasitas pengembangan 220 MW akan diusulkan untuk mendapat penugasan dari Menteri Energi.

“Terakhir, Suoh-Sekincau dengan kapasitas 220 Megawatt yang tidak masuk dalam daftar proyek akan dilakukan negosiasi,” tegas Sugiharto. (adn)(ade)

Read Full Post »

JAKARTA – Staf Ahli Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Singgih Riphat menjelaskan jika seharusnya subsidi untuk listrik yang berasal dari panas bumi (geothermal) lebih besar dibandingkan dengan subsidi listrik yang berasal dari bahan bakar minyak (BBM).
"PLPB"
“Saya maunya subsidi untuk geothermal itu lebih besar daripada subsidi listrik dengan minyak,” katanya saat ditemui di sela “Green Investments Summit 2010” di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (13/7/2010).

Lebih lanjut, ia mengatakan jika subsidi untuk listrik geothermal itu sudah ada dalam APBN tahun ini, yakni sudah termasuk ke dalam subsidi listrik secara keseluruhan. “Namun saya tidak tahu persis jumlahnya. Jadi intinya gini, semua listrik itu sudah disubsidi, termasuk geothermal,” paparnya.

Sekarang ini, dia menjelaskan jika pihaknya tengah dalam proses perhitungan besaran subsidi tersebut. Beberapa dari komponen perhitungan tersebut juga katanya sudah masuk dalam APBNP 2009.

“Jadi, misalnya harga yang harus dibeli pemerintah itu USD9,7 sen per kwh, nanti sampai ke masyarakat Rp500 per kwh misalnya, nanti bisa dibayar masyarakat Rp300 per kwh. Kalau yang seperti ini pasti segera. Kita ini kan unitnya baru, subsidi sedang dalam perhitungan. Pasti dapat subsidi, tapi seberapa besar, itu yang sedang dibicarakan. Paling tidak sebagian sudah masuk ke APBN 2011, tapi belum semua,” jelasnya.

Dia berharap, jika pada 2011 mendatang masalah subsidi ini sudah jelas, khusunya untuk listrik geothermal.

“Misalnya, geothermal yang sudah berproduksi nanti seberapa besar yang akan kita tanggung, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa jelas. Bahkan, tahun yang sudah berjalan sekarang, kita kasih subsidi untuk alat-alat yang mengonversi dari pemakaian bensin ke gas, tapi kita belum tahu alatnya apa. Kita tanya ke Kementerian atau Lembaga, tapi belum tahu. PPN-nya ditanggung pemerintah. Misalnya, perusahaan membeli Rp10 juta, nanti kami beli seharga Rp6 juta, jadi mereka kan jadi mudah memakainya,” papar dia.(wdi)

Read Full Post »

The sun blasts Earth with enough energy in one hour—4.3 x 1020 joules—to provide all of humanity’s energy needs for a year (4.1 x 1020 joules), according to physicist Steven Chu, director of Lawrence Berkeley National Laboratory. The question is how to most effectively harness it. Thin-film solar cells may be the answer: One recently converted 19.9 percent of the sunlight that hit it into electricity, surpassing the amount converted into power by mass-produced traditional silicon photovoltaics and offering the potential to unleash this renewable energy source.

Prices for high-grade silicon (that can generate electricity from sunlight) shot up in 2004 in response to growing demand, reaching as high as $500 per kilogram (2.2 pounds) this year. Enter thin-film solar cells—devices that use a fine layer of semiconducting material, such as silicon, copper indium gallium selenide or cadmium telluride, to harvest electricity from sunlight at a fraction of the cost.

See More..

Read Full Post »